Sabtu, 07 Desember 2013
Tari Seblang, Ritual Tolak Bala dan Bersih Desa Khas Suku Osing
Senin, 02 Desember 2013
Sunshine After The Rain
I'll be
your sunshine after the rain
When the
sky is turning grey
you know
that I'm not far away
Jumat, 29 November 2013
Malaikat Juga Tau
Pukul
dua siang, aku melirik jam tanganku dengan perasaan puas yang begitu kentara.
Aku tiba duluan, seperti biasanya. Dan seperti yang selalu ia lakukan, ia akan
muncul denga santainya kira-kira lima belas menit lagi tanpa merasa bersalah
karena telah membuatku menunggu. Aku menghela napas, tak peduli berapa lamapun
ia membuatku menunggu, aku tahu, aku tak akan bisa marah, aku tak akan bisa
meninggalkannya, bahkan aku tak akan bisa melakukan apapun yang akan menyakiti
hatinya, karena ia terlalu berharga untukku.
Aku
menyusuri taman kota yang tengah sepi itu. Pukul dua siang bukan waktu yang
lazim bagi seseorang untuk bersantai, bukan? Apalagi mengingat tuntutan hidup
yang semakin tinggi, jelas hampir semua orang kantoran saat ini tengah sibuk
dengan rutinitas mereka, mereka bahkan tak memiliki waktu untuk sekedar duduk
terlalu lama, apalagi berkunjung ke taman dan bersantai, jelas tidak mungkin.
Selasa, 26 November 2013
This Is (Not) Home
Tempat ini… bukan rumah, meski sekilas
tempat ini hampir mirip seperti rumah, tapi aku tak pernah benar-benar nyaman
berada ditempat ini-atau belum? Sejujurnya aku tidak tahu. Rumah bagiku selalu
terasa hangat dan menyenangkan. Rumah selalu terasa familier dan bukannya asing
seperti ini. Aku tahu, seharusnya aku menganggap tempat ini sebagai rumah
karena aku menghabiskan sebagian besar waktuku selama empat tahun kedepan
ditempat ini, tapi salahkah aku jika aku merindukan rumah?
Kamis, 07 November 2013
Saatnya Untuk Berhenti
Untuk sinar matahariku, yang dengan baik hati mau menjadikanku bayangannya…
Lelah.
Mungkin itu kata yang tepat untukku saat ini. Ya, aku sudah lelah, sangat lelah
hingga aku bisa tertidur begitu saja ketika aku baru saja merebahkan diri. Aku
sudah sangat lelah, matahariku. Lelah dengan semua permainanmu. Lelah dengan
semua hari-hariku yang berjalan tak tentu.
Banyak
argumen yang beredar tentang bagaimana perasaanmu padaku. Ada yang bilang, aku
hanya mengartikan perhatianmu dengan berlebihan. Aku salah mengartikan
perhatian-perhatian sederhanamu yang tak sewajarnya sebagai teman dengan
terlalu berlebihan. Aku juga salah mengartikan kedekatanmu denganmu berlebihan.
Ada juga yang bilang kalau hatimu untukku. Mereka bilang, kamu mungkin tertarik
dengan gadis itu, gadis yang kamu bilang menarik perhatianmu, karena fisik
semata. Tapi hatimu untukku. Aku tak tahu yang benar yang mana. Aku ingin
percaya pada argumen kedua, tapi aku terlalu takut jika pada akhirnya argumen
pertama-lah yang benar.
Langganan:
Postingan (Atom)
