“Happy anniversary my dear
ex-boyfriend”
Lilin
kecil yang kuletakkan diatas cup cake yang sengaja kubeli siang tadi menjadi
satu-satunya penerang yang menuntun jalanku. Sinar kekuningan redup lilin
kecilku bergoyang, cepat-cepat kuhentikan langkahku sambil menahan napas. Aku
takut, takut kalau satu-satunya cahaya yang menuntun jalanku akan mati dan aku
akan tersesat dalam lorong-lorong gelap yang penuh dengan bayangan semu
tentangmu.